FLOWER OF EVIL REVIEW
Assalamualaikum wr. wb.
Salam kenal para pengunjung yang sempat mampir di blog sederhana
ini. Ini postingan pertama aku dan sedikit mau share beberapa hal-hal menarik
yang bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup dari sebuah drama. jadi, jangan
salah yah kalau nonton drama jangan cuma buat isi kekosongan saja.
Nah review pertama dari blog ini tentang sebuah drama dari negara
Korea Selatan, generasi masa kini menyebut dengan istilah "Drakor".
Drama ini berjudul "Flower of Evil". Berkisah tentang seorang
laki-laki yang memiliki kehidupan sempurna dengan istri dan anak yang cantik.
Kehidupannya pun terbilang cukup mapan, bekerja sebagai pengrajin logam dan
istri adalah seorang polisi, dan dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik.
Namun, dibalik itu semua ada rahasia besar yang tersembunyi dari identitas
sebenarnya sang suami. Ia hidup dibawah identitas orang lain.
Nah, bagi kalian yang penasaran, silahkan nonton dramanya. Untuk
saran saya, kalau kalian tidak suka drama yang bergenre crime ataupun thriller,
sebaiknya drama ini tidak disarankan yah. Baiklah, sekarang aku mau kasih
beberapa poin penting dari drama ini yang bisa jadi rujukan sebagai pesan moral
yang mungkin akan merubah mindset kalian tentang sebuah hubungan yang real.
Now, let's go to the review...
FLOWER OF EVIL REVIEW
1. The Past is our part of Life
Jadi, masa lalu memang tidak bisa kita lupakan, ia adalah bagian
dari kehidupan kita di masa mendatang. tentang bagaimana kita mengambil sikap
atas kejadian yang telah kita alami di masa lalu. So, Jangan melupakan masa
lalu kerena ia adalah pelajaran kehidupanmu dimasa depan yang sangat amat
berharga.
2. Hubungan kakak beradik yang saling melindungi tanpa pamrih.
Nah, ini aku suka banget karena Do hyun su memiliki kakak perempuan
bernama Do hae su yang sangat menjaga adiknya. Bukan hanya kakaknya yang rela
berkorban untuk adiknya (cerita dibagian ini ada di beberapa episode terakhir)
namun sang adik yang tidak lain adalah pemeran utama yang telah menjadi
kehidupan yang kelam di masa lalu, Ia rela dituduh melakukan perbuatan yang
tidak ia lakukan untuk melindungi kakaknya. Aku mewek di bagian ini sumpah
sedih banget.
3. Orang tua tetaplah orang tua, ia melekat dalam darah sampai
akhir hayat
Peran orang tua sangat penting dalam mendidik anaknya. Namun, apa
jadinya kalau orang tua adalah pelaku kejahatan yang merupakan dalang dari
semua kejadian yang menimpa sang anak. Begitulah yang terjadi oleh Do hyun su,
anak dari seorang pembunuh berantai. Begitulah, darah sang ayah melekat dalam
jiwanya hingga ia menanggung semua cacian, hinaan, dan perlakuan yang tidak
adil dari warga desa yang membencinya setelah ayahnya meninggal.
4. Cintailah pasangan halalmu dalam suka maupun duka
Aku salut banget sama istrinya, ia tetap berada di samping suaminya meski sesaat ia hampir tidak bisa menahan diri dan berniat untuk berpisah dengan suaminya, namun ia menerima segala kekurangan suaminya dan bertekad untuk mempertahankan rumah tangganya terlebih karena mereka telah memiliki anak.
5. Believe me!
Jagalah kepercayaan dalam rumah tanggamu karena itulah dasar sebuah hubungan. Kunci dari sebuah hubungan yang bisa aku petik dari drama ini adalah kepercayaan. sebuah hubungan tidak akan ada artinya jika tak ada lagi kepercayaan yang dipegang oleh setiap pasangan. Nangis, nangis dah....
6. Hilangkanlah amarah karena ia merusakmu.
Hubungan keduanya sempat berada diambang kehancuran karena amarah menguasai mereka, dan harus ada salah satu diantara mereka yang mengalah demi mempertahankan hubungan pernikahan mereka. Hal itulah yang dilakukan oleh Do Hyun Su, ia sangat mencintai istri dan anaknya meskipun ia di diagnosis tidak dapat merasakan emosi, atau dicap sebagai psikopat.
Nah, Yeorobun, sekian review kali ini. semoga bisa jadi sebaris kalimat berharga yang dapat mengubah hidupmu kedepan. See you next time di review-review sastra lainnya
Komentar
Posting Komentar